Pertama kalinya dalam sejarah hidup ane, ane menghadapi ujian tanpa belajar sama sekali. Bener-bener gak belajar!! Kalo dibilang nekat, ya pastinya. Tapi sebenernya ini juga bukan gara-gara faktor males. Untuk UTS kali ini banyak banget hal yang ngebuat jadi unmood untuk belajar.
Nah kita mulai dari awal-awal ujian. H-2 menjelang ujian, ane diikutsertakan dalam lomba cerdas cermat Pemilu di SMA Sejahtera 1 Depok. *yang hasilnya sedikit tragis -.-* So, persiapan UTS jadi sedikit terganggu karena harus fokus ke LCC. Apalagi LCC ini dikasih tau mendadak, dan langsung dikasih file berisi UU tentang pemilu yang isinya 800 halaman!! Mau gak mau harus fokus ke LCC dulu. Dan hasilnya ane dikalahin sama peserta dari SMA 1 Depok -_-" Damn!!
Nah lanjut lagi, abis dari LCC ada agenda lainnya. Pertama, persiapan untuk Jambore Ekskul. Kedua, persiapan regenerasi ekskul. Ketiga, persiapan LDK. Keempat, persiapan qurban. Dan terakhir, pembuatan website bisnis buat kakak ane -.-
Posted by: Abdurrahman Izzi
Izzi Blog, Updated at: 11.00
Senin, 24 September 2012
Aktifitasku,
Organisasi
0
komentar
Aksi di Bundaran HI, Rohis : Kami Bukan Teroris!
VIVAnews - Sejumlah pelajar yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Rohis Nasional mengelar aksi damai di Bundaran HI Jakarta, Minggu 23 September 2012.
Aksi itu merupakan bentuk protes atas pemberitaan di sejumlah media yang menyebutkan kegiatan ekstrakulikuler kerohanian Islam (rohis) di sekolah adalah sarang teroris.
"Kami di sini karena dilandasi rasa keprihatinan yang mendalam terhadap pemberitaan dimedia yang menyudutkan kegiatan rohis di tingkat sekolah, baik SMP dan SMA. Seolah-olah kegiatan kami berbau teroris, padahal itu tidak benar," kata koordinator aksi, Fauzan Hakim.
Menurutnya, beberapa berita media telah memberikan citra buruk terhadap kegiatan rohis, bahkan ketidakberimbangan dalam penyampaikan berita tersebut telah membentuk opini publik yang mengiring masyarakat untuk mewaspadai kegiatan rohis.
Aksi itu merupakan bentuk protes atas pemberitaan di sejumlah media yang menyebutkan kegiatan ekstrakulikuler kerohanian Islam (rohis) di sekolah adalah sarang teroris.
"Kami di sini karena dilandasi rasa keprihatinan yang mendalam terhadap pemberitaan dimedia yang menyudutkan kegiatan rohis di tingkat sekolah, baik SMP dan SMA. Seolah-olah kegiatan kami berbau teroris, padahal itu tidak benar," kata koordinator aksi, Fauzan Hakim.
Menurutnya, beberapa berita media telah memberikan citra buruk terhadap kegiatan rohis, bahkan ketidakberimbangan dalam penyampaikan berita tersebut telah membentuk opini publik yang mengiring masyarakat untuk mewaspadai kegiatan rohis.
Posted by: Abdurrahman Izzi
Izzi Blog, Updated at: 19.36
SURAT TERBUKA UNTUK METRO TV
TENTANG PEMBERITAAN POLA REKRUTMEN TERORIS MUDA
“KAMI ANAK ROHIS BUKAN TERORIS”
Kepada Redaksi Terhomat,
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Segala puji bagi Allah yang memberikan kemampuan kepada manusia untuk
berpikir. Salam dan Do’a terbaik kita panjatkan kepada Nabi Muhammad
SAW yang telah memberikan pelajaran penting bagaimana bersikap, dan
bermanfaat bagi umat manusia.
Surat terbuka ini saya sampaikan kepada Redaksi Metro TV atas
tayangannya tentang “pola rekrutmen teroris muda”. Dalam tayangan
tersebut, Metro TV menyampaikan lima poin tentang pola perekrutan
tersebut, yakni :
- Sasarannya siswa SMP Akhir – SMA dari sekolah-sekolah umum
- Masuk melalui program ekstrakurikuler di masjid-masjid sekolah
- Siswa-siswi yang terlihat tertarik kemudian diajak diskusi di luar sekolah
- Dijejali berbagai kondisi sosial yang buruk, penguasa yang korup, keadilan tidak seimbang
- Dijejali dengan doktrin bahwa penguasa adalah toghut/kafir/musuh
Dan ditambahkan footer note “awas, generasi baru teroris!”
Posted by: Abdurrahman Izzi
Izzi Blog, Updated at: 08.34
Apa bedanya ketua dengan pemimpin? Kenapa gw pake kata pemimpin dan bukan pake kata ketua di judul postingan gw? Nah, kalo kata pemateri di sesi leadership training yang pernah gw ikuti, yang namanya ketua itu lebih kepada strukural, sedangkan pemimpin itu orang yang mampu mempengaruhi anggotanya untuk mencapai tujuan bersama atau tujuan dari organisasi yang dipimpinnya. Tambahan lagi, yang namanya ketua belum tentu seorang pemimpin. Bisa saja pemimpin yang sebenarnya itu adalah bawahannya, bisa sekretaris, wakil ketua, bendahara atau bahkan anggota yang tidak punya jabatan apa-apa. Hal ini terlihat ketika para anggota lebih menuruti komando dari seseorang di organisasi tersebut, dibandingkan dengan komando dari ketuanya sendiri. Banyak faktor yang bisa menyebabkan hal itu, baik dari internal sang ketua maupun dari faktor eksternal.
So, bagaimana cara mengatasinya? Kalau menurut gw sih emang harus bener-bener dicari akar pokok permasalahannya. Biasanya justru pokok permasalahan berasal dari diri ketua itu sendiri. Contohnya yaitu tidak melaksanakan tanggung jawab yang telah diamanahkan kepadanya, bahkan melimpahkan tanggung jawab kepada bawahannya tanpa alasan yang kuat, sehingga para anggota menjadi kecewa dengan ketuanya sendiri. Hal ini merupakan alasan kuat bagi para anggotanya untuk tidak mempercayai seorang ketua, dan lebih mempercayai orang lain yang dianggap lebih mampu dan kompeten untuk memimpin.
Posted by: Abdurrahman Izzi
Izzi Blog, Updated at: 07.40
Langganan:
Postingan (Atom)

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Mail Closed