Preference adalah ucapan atau kalimat yang menyatakan lebih suka dari yang lainnya. Preference memiliki beberapa bentuk kalimat dan dipisahkan berdasarkan kata yang digunakan.
Untuk lebih jelasnya, langsung ke intinya. Ini adalah beberapa rumus yang digunakan dalam preference :
Nak, ayah sengaja bawa kamu ke sini
karena mau ngomong serius sama kamu. Sekarang kamu sudah baligh. Kamu relatif
sudah bisa membedakan yang benar dan yang enggak. Tapi kamu masih terlalu muda
buat kenal dunia secara luas, seluas laut dan langit di depan kamu itu.
Nak, apa kamu pernah menerka kenapa ayah sangat
membatasi kamu nonton TV, kenapa ayah sering potong kabel TV yang baru dibeli
ibumu? Apa kamu tahu kenapa ayah sering ajak kamu menjauhi keramaian, kenapa
ayah sering banting pemutar musik kamu? Kamu tahu, nak? Itu karena ayah sayang
kamu dan gak mau kamu jadi orang-orang bentukan media mainstream yang gak
islami.
Pada umumnya mereka itu bikin kamu tahu dalam
ketidaktahuan. Kamu jadi tahu cara bikin orang ketawa, cara supaya dunia
melihat kamu, cara berbahasa yang up to date, dan cara tetap ikut tren. Kamu
jadi tahu si artis anu lagi bunting 7 bulan. Kamu dijejali dengan
informasi-informasi gak penting, se-gak penting artis anu baru ngerayain ulang
tahunnya di Food Court Pondok Indah Mal.
Posted by: Abdurrahman Izzi
Izzi Blog, Updated at: 00.24
{Tidak ada makanan yang lebih sulit dicerna
daripada susu}
{Kasein yang membentuk kira-kira 80% dari
protein yang terdapat dalam susu, langsung menggumpal menjadi satu begitu
memasuki lambung, sehingga sangat sulit dicerna}
{Komponen susu yang dijual di toko telah
dihomogenisasi dan menghasilkan radikal
bebas
Susu yang dipasteurisasi tidak mengandung
enzim-enzim berharga, lemaknya telah teroksidasi dan kualitas proteinnya
berubah akibat suhu tinggi}
{Susu yang mengandung banyak zat lemak
teroksidasi mengacaukan lingkungan dalam usus,
Posted by: Abdurrahman Izzi
Izzi Blog, Updated at: 02.30
Rasulullah pernah bersabda,
"Kiamat takkan terjadi kecuali bila tanah Arab kembali menjadi padang
rumput dan dialiri sungai-sungai" (HR. Bukhari)
Sejenak bila kita renungkan hadits diatas, kita mungkin sedikit heran,
terutama melihat kata "kembali menjadi padang rumput". Benarkah pada
zaman dulu, tanah Arab (yang berupa padang pasir saat ini) pernah menjadi
padang rumput yang dialiri oleh sungai-sungai??
Tentunya sangat sulit bagi kita untuk mengimajinasikan hal tersebut,
terlebih lagi bagi orang-orang zaman Nabi, ketika teknologi yang ada masih
sangat sederhana untuk membuktikan ucapan Rasulullah.
Posted by: Abdurrahman Izzi
Izzi Blog, Updated at: 17.00
Assalamualaikum wr. wb.
Ane kini mengisi kembali blog ini dengan tulisan yang Islami. Dalam
kesempatan kali ini, ane sedikit membahas mengenai etika salam dengan kaum
diluar Islam (kaum kafir).
Dalam banyak kesempatan, kita banyak bertemu dengan orang-orang di
luar agama Islam. Kadang kala, mereka mengucapkan salam dan kitapun membalas
salam tersebut. Terkadang malah kita yang lebih dulu memberi salam kepada
mereka.
Tapi tahukah anda kalau haram hukumnya memulai salam kepada kaum kafir? Nah dalam postingan ini ane sedikit menjelaskan tentang adab dan etika salam dengan kaum kafir.
Menurut hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Bukhari, dan
tercantum dalam buku Riyadhlus Sholihin, isinya menjelaskan bahwa kita, selaku
umat islam, dilarang untuk memberikan salam “Assalamualaikum” kepada kaum
kafir, karena salam itu merupakan salam penghormatan yang khusus diperuntukkan
untuk kaum muslim saja.
Lalu bagaimana jika mereka yang terlebih dulu mengucapkan salam?
Rasulullah SAW bersabda, jika ada Ahli Kitab yang memberikan salam kepada kita,
maka balaslah ucapannya itu dengan kata “Wa’alaikum”.
Dan bagaimana jika kita melihat adanya majlis atau perkumpulan yang
berisi kaum muslim dan kaum kafir? Rasulullah SAW pernah melewati sebuah majlis
yang didalamnya terdapat kaum muslim, kaum Yahudi dan para penyembah berhala,
lalu Rasulullah SAW mengucapkan salam kepada mereka.
Jadi ada 3 pelajaran yang bisa dipetik dari artikel diatas. Pertama,
kita dilarang memulai memberikan salam kepada kaum diluar golongan Islam (kaum
kafir). Kedua, apabila mereka memberikan salam kepada kita, maka jawablah
dengan “Wa’alaikum”. Dan ketiga, apabila kita bertemu dengan suatu majlis yang
didalamnya berisi kaum muslim dan kafir, sunnah hukumnya untuk mengucapkan
salam kepada majlis tersebut.
Baiklah cukup sekian artikel yang bisa ane berikan kali ini, semoga
bisa membuka pengetahuan dan wawasan para pembaca blog ini. Untuk kritik dan
saran sangat ane harapkan untuk kesempurnaan tulisan ini.
Wassalamu’alaikum wr. wb.
Posted by: Abdurrahman Izzi
Izzi Blog, Updated at: 21.16
Langganan:
Postingan (Atom)

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Mail Closed