{Tidak ada makanan yang lebih sulit dicerna
daripada susu}
{Kasein yang membentuk kira-kira 80% dari
protein yang terdapat dalam susu, langsung menggumpal menjadi satu begitu
memasuki lambung, sehingga sangat sulit dicerna}
{Komponen susu yang dijual di toko telah
dihomogenisasi dan menghasilkan radikal
bebas
Susu yang dipasteurisasi tidak mengandung
enzim-enzim berharga, lemaknya telah teroksidasi dan kualitas proteinnya
berubah akibat suhu tinggi}
{Susu yang mengandung banyak zat lemak
teroksidasi mengacaukan lingkungan dalam usus,
meningkatkan jumlah bakteri jahat, dan menghancurkan keseimbangan flora bakteri dalam usus}
meningkatkan jumlah bakteri jahat, dan menghancurkan keseimbangan flora bakteri dalam usus}
{Jika wanita hamil minum susu, anak-anak
mereka cenderung lebih mudah terjangkit dermatitis atopik}
{Minum susu terlalu banyak sebenarnya
menyebabkan osteoporosis}
Mungkin fakta-fakta
yang ane tuliskan diatas, sedikit mencengangkan bagi para pembaca. Tapi itulah
fakta yang ada, yang ane kutip dari buku "The Miracle of Enzyme"
karya Hiromi Shinya, MD. Dalam bukunya yang fenomenal itu, beliau menyebutkan
bahwa susu adalah makanan yang buruk akibat pengolahan yang melalui tahapan
homogenisasi dan pasteurisasi.
Homogenisasi artinya
pengadukan lemak agar merata, dimana saat pengadukan itu akan mengakibatkan
masuknya oksigen kedalam lemak dan lemak itupun menjadi teroksidasi. Lemak yang
sudah teroksidasi ini menjadi berbahaya bagi tubuh karena menyebarkan radikal
bebas di tubuh.
Sementara itu,
pasteurisasi merupakan cara untuk menekan berkembangbiaknya berbagai bakteri
dan kuman dalam susu dengan cara pemanasan. Pasteurisasi yang biasa dilakukan
yaitu pemanasan dengan suhu tinggi, dalam waktu singkat atau pemanasan dengan
suhu sangat tinggi, dalam waktu singkat. Pemanasan dengan suhu tinggi ini
merusak hampir seluruh enzim yang berada dalam susu.
Terlebih lagi, jumlah
lemak yang teroksidasi meningkat lebih banyak lagi pada suhu sangat tinggi, dan
suhu tinggi mengubah kualitas protein yang terdapat dalam susu. Begitupula
dengan laktoferin (zat yang terkandung dalam susu alami, yang memiliki efek
anti-oksidan, anti-virus, anti-peradangan, dan pengatur imunitas tubuh), yang
sensitif terhadap panas juga akan ikut rusak.
Oleh karena
homogenisasi dan pasteurisasi, bisa disimpulkan bahwa susu-susu yang dijual di
toko-toko dan supermarket diseluruh dunia, sudah tidak baik lagi untuk
dikonsumsi.
Ohya, sebelumnya ane
ingatkan, jangan disamakan antara susu sapi dengan ASI, karena berbeda dengan
susu sapi yang didesain untuk anak sapi, ASI juga didesain untuk konsumsi bayi
manusia, sehingga konsumsi ASI untuk para bayi amatlah disarankan. Sementara
susu sapi seharusnya memang hanya untuk konsumsi anak sapi dan bukan konsumsi
manusia.
Baiklah, cukup sekian
artikel dari ane, semoga bisa membuka wawasan para pengunjung blog ini. Kritik
dan saran silahkan disampaikan melalui kolom komentar. :D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar