Senin, 07 Januari 2013

Fakta Sebenarnya Mengenai Susu


{Tidak ada makanan yang lebih sulit dicerna daripada susu}
{Kasein yang membentuk kira-kira 80% dari protein yang terdapat dalam susu, langsung menggumpal menjadi satu begitu memasuki lambung, sehingga sangat sulit dicerna}
{Komponen susu yang dijual di toko telah dihomogenisasi  dan menghasilkan radikal bebas
Susu yang dipasteurisasi tidak mengandung enzim-enzim berharga, lemaknya telah teroksidasi dan kualitas proteinnya berubah akibat suhu tinggi}
{Susu yang mengandung banyak zat lemak teroksidasi mengacaukan lingkungan dalam usus,
meningkatkan jumlah bakteri jahat, dan menghancurkan keseimbangan flora bakteri dalam usus}
{Jika wanita hamil minum susu, anak-anak mereka cenderung lebih mudah terjangkit dermatitis atopik}
{Minum susu terlalu banyak sebenarnya menyebabkan osteoporosis}

Mungkin fakta-fakta yang ane tuliskan diatas, sedikit mencengangkan bagi para pembaca. Tapi itulah fakta yang ada, yang ane kutip dari buku "The Miracle of Enzyme" karya Hiromi Shinya, MD. Dalam bukunya yang fenomenal itu, beliau menyebutkan bahwa susu adalah makanan yang buruk akibat pengolahan yang melalui tahapan homogenisasi dan pasteurisasi.

Homogenisasi artinya pengadukan lemak agar merata, dimana saat pengadukan itu akan mengakibatkan masuknya oksigen kedalam lemak dan lemak itupun menjadi teroksidasi. Lemak yang sudah teroksidasi ini menjadi berbahaya bagi tubuh karena menyebarkan radikal bebas di tubuh.

Sementara itu, pasteurisasi merupakan cara untuk menekan berkembangbiaknya berbagai bakteri dan kuman dalam susu dengan cara pemanasan. Pasteurisasi yang biasa dilakukan yaitu pemanasan dengan suhu tinggi, dalam waktu singkat atau pemanasan dengan suhu sangat tinggi, dalam waktu singkat. Pemanasan dengan suhu tinggi ini merusak hampir seluruh enzim yang berada dalam susu.

Terlebih lagi, jumlah lemak yang teroksidasi meningkat lebih banyak lagi pada suhu sangat tinggi, dan suhu tinggi mengubah kualitas protein yang terdapat dalam susu. Begitupula dengan laktoferin (zat yang terkandung dalam susu alami, yang memiliki efek anti-oksidan, anti-virus, anti-peradangan, dan pengatur imunitas tubuh), yang sensitif terhadap panas juga akan ikut rusak.

Oleh karena homogenisasi dan pasteurisasi, bisa disimpulkan bahwa susu-susu yang dijual di toko-toko dan supermarket diseluruh dunia, sudah tidak baik lagi untuk dikonsumsi.

Ohya, sebelumnya ane ingatkan, jangan disamakan antara susu sapi dengan ASI, karena berbeda dengan susu sapi yang didesain untuk anak sapi, ASI juga didesain untuk konsumsi bayi manusia, sehingga konsumsi ASI untuk para bayi amatlah disarankan. Sementara susu sapi seharusnya memang hanya untuk konsumsi anak sapi dan bukan konsumsi manusia.


Baiklah, cukup sekian artikel dari ane, semoga bisa membuka wawasan para pengunjung blog ini. Kritik dan saran silahkan disampaikan melalui kolom komentar. :D
Posted by: Abdurrahman Izzi
Izzi Blog, Updated at: 02.30

Tidak ada komentar:

Posting Komentar